Cerita Dewasaku Dengan Istri Dari Bosku Sendiri

Cerita Dewasa Terbaru ini dimulai saat saya masih bekerja di Semarang. Saat itu, lingkungan tempat saya bekerja mayoritasnya adalah orang Chinese yang kebanyakan perempuan.

Usia saya pada saat itu masih 35, belum menikah tetapi sudah mempunyai pacar yang lokasinya jauh (LDR-an).

Cerita ini menceritakan tentang istri bos saya yang walaupun telah punya 3 buah hati, tetapi tetap selalu rutin fitness dan body building untuk mengontrol tubuhnya seksi itu.

Jujur, saya tidak tahu mengapa nyonya terus-terusan menjaga diet tubuhnya.. Tapi menurut saya, mungkin karena tidak ingin merasa tersaingi oleh WIL si pak bos yang apabila telepon, aduhai.. merdu sekali suaranya..

Makanya pak bos selalu klepek-klepek tak berdaya terhadap WILnya ini..

Meskipun istri dari pak bos ini adalah wanita yang sangat cantik, awet muda, dan sempurna, tetapi pak bos terus-terusan memperlakukan si istri dengan kasar seperti memarahinya, bahkan ia pun tak malu membentak istrinya sendiri didepan para karyawannya..

Di kantor, hanya saya satu-satunya orang yang diperbolehkan masuk ke rumah pak bos, mungkin karena saya adalah salah satu orang kepercayaan pak bos..

Bahkan saya diperbolehkan untuk masuk ke ruangan pribadinya pak bos.. rumahnya pak bos benar-benar indah sekali, dilengkapi dengan kamar yang sangat besar, daerah yang strategis, dan masih banyak lagi.. Setiap hari saya berpikir, bagaimana caranya agar saya bisa mempunyai rumah seindah ini..

Oh ya hampir lupa, jabatan saya adalah dibagian komponen ekspor & impor bagian komputer.. berkat jabatanku inilah aku berhasil mendekati wanita yang paling cantik di kantorku..

Meskipun pacarku adalah wanita yang tercantik dan disukai banyak orang, aku tidak dapat berbohong pada hati kecilku sendiri.. jauh dilubuk hatiku, yang paling kuinginkan adalah nyonya Salsa (istri dari pak bos)..

kadang-kadang, saya membayangkan sedang menggumuli tubuh seksinya dan bermesra-mesraan dengan si nyonya…

Habisnya, nyonya Salsa ini mempunyai bokong yang sangat luar biasa sih.. Setiap kali aku memikirkan itu,  pasti selalu sukses membuat kejantananku tegang maksimum..

Pak bos juga mempunyai adik yang tak kalah cantik dan seksi dari pacarku dan nyonya Salsa..  setiap kali ke kantor selalu berpakaian seksi dan ketat..Tubuhnya benar-benar luar biasa cantik dan ukuran dadanya juga sangat besar sekali, mungkin sekitaran 36..

Dua bulan yang lalu, sekitaran jam 9 malam, saya ditelepon nyonya Salsa untuk menemuinya di suathu hotel. Dari suaranya, sepertinya ia sedang ada masalah dengan suaminya lagi. 

Saya tiba di hotel tersebut jam 10 malam dan langsung menunggu nyonya Salsa di lobby hotel. Tak lama kemudian, saya ditelepon nyonya Salsa untuk segera menjumpainya di kamarnya yang berada di lantai 7 karena ada hal penting yang harus dibicarakan.

Saya pun bergegas menuju ke kamarnya sambil memikirkan apakah mungkin ada hal genting?? setelah tiba dikamarnya, saya pun disambut langsung oleh nyonya Salsa tersebut, ia menggunakan singlet dengan celana pendek.. Kurang lebih seperti gambar ini..

Wah, tiba-tiba pikiranku langsung lari kemana-mana dan memikirkan hal yang tidak-tidak..  saya pun menelan ludah sendiri..

“Dimana Pak Tono (suaminya), bu?”  tanyaku..
“Ooo, dia lagi ke Bandung” katanya..
“Oh… lalu, ada hal penting apa ya bu malam-malam begini?” tanyaku lagi..

Nyonya Salsa tidak menjawab pertanyaanku, malahan ia beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke kulkas sambil mengeluarkan 2 minuman soda merk spr*te. Ia pun menyerahkan minuman tersebut kepadaku dan bergegas langsung kuminum.. 

Saat sedang minum, nyonya Salsa tiba-tiba menangis sesedukan dan aku pun kaget setengah mati..

“Aduh.. ada apa ibu? kok malah nangis?” 

Setelah diusut, ternyata nyonya Salsa tidak tahu lagi caranya memisahkan suaminya dari Wanita Idaman Lain (WIL) suaminya itu.. nyonya pun berkata
“kurang apa sih saya ini?” sambil terus menangis..

“Padahal aku tak kalah cantik meskipun anak sudah 3..” Tambah si nyonya..

Semenjak suami nyonya ada WIL, memang hubungan mereka menjadi sangat tidak harmonis dan terus-terusan konflik.. Mendengar cerita nyonya, saya pun terpaku dan tidak tahu harus berbuat apa. Ditambah lagi, semakin lama, nangisnya nyonya semakin menjadi-jadi..

“Nyonya..” kataku..
“Harus tetap kuat ya nyonya, mungkin ini puber ke 2 pak bos” kataku berusaha memecahkan suasana..

Aku pun memberanikan diri memegang pundak dan membelai rambut nyonya..

Nyonya Salsa tiba-tiba terdiam dan mengangguk seolah-olah membenarkan kata-kataku.

Wajar saja, usia pak Tono adalah 45 tahun sedangkan nyonya Salsa masih berusia 37 tahun, mereka terpaut usia 8 tahun bedanya. Jadi nyonya berpikir mungkin saja memang sedang puber ke dua..

Tak lama kemudian, tiba-tiba nyonya Salsa memandangku dengan tajam. Jantungku yang semula normal tiba-tiba bergedup sangat kencang.

Nyonya pun tiba-tiba menyandarkan kepalanya di pahaku sambil menghapus air matanya..

“Aduh.. mati aku..” Pikirku dalam hati..

Karena takut suasana menjadi canggung, aku pun mengelus kepala Nyonya lagi sambil melihatnya.. usia kita hanya berbeda 2 tahun jadi mungkin nyonya menganggap ini wajar.

Karena posisi nyonya yang tiduran dipahaku, aku dapat melihat bagian singletnya dan ternyata nyonya tidak pakai BH..

“Waduh.. gak pakai BH ternyata si Nyonya ini”.. kataku dalam hati 

Tak lama setelah kubelai halus kepala dan rambutnya, nyonya pun mulai berhenti menangis sambil memandangi arah sudut kamar..

Setelah cukup lama aku mengelus kepala nyonya, aku pun memberanikan diri memegang wajah nyonya dan kugeser kearahku.. Posisi saya dan nyonya pun berhadap-hadapan..

Nyonya tampak kebingungan tetapi tidak melawan sama sekali..

“Nyonya..” kataku sambil melihat matanya nyonya..

Aku langsung mengambil sapu tanganku dan kulap lembut air matanya..

Setelah hampir kurang lebih 6 detik kita saling liat-liatan, tiba-tiba nyonya mengalihkan pandangannya dan melihat kearah yang lain..

Dalam hatiku, jujur saja aku merasa kasihan karena situasi nyonya saat ini, tetapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, aku sangat menginginkan nyonya..
Ditambah lagi, pasti sudah lama sekali nyonya Salsa tidak bercinta sejak suaminya ada wanita idaman lain.

Tak lama setelah nyonya memalingkah wajahnya kearah yang lain, aku beranikan diri memalingkan wajah nyonya dan langsung kukecup dengan lembut.. nyonya sepertinya sangat kaget, terdengar suara “eh” sejenak sebelum kukulum bibirnya..

1-5 detik pertama bibir nyonya hanya diam saja, aku mengecup beberapa kali bibir mungil nyonyaku tersebut.. hingga pada kecupan yang kesekian kalinya, tiba-tiba mulai ada balasan pelan dari nyonya..

Bibir kami mulai melumat satu sama lain, nafas nyonya pun terasa semakin menggebu-gebu olehku..

“Astaga.. ini beneran terjadi..” Kataku dalam hati..

Pikiranku dipenuhi dengan nafsu yang tak dapat lagi kubendung.. tanganku yang semula hanya memegang wajah nyonya pun kini memegang kepala belakang nyonya.
Ah… lembut sekali bibirnya nyonya.. aku pun memberanikan diri memasukkan lidahku kedalam mulut nyonya, dan terdengar lagi suara “emmphh” oleh nyonya.. mungkin karena nyonya cukup kaget dengan kehadiran lidahku..
 
Setelah kurang lebih 2 menit kita berciuman, aku mencabut ciumanku dan langsung memeluk erat nyonya dari depan sambil mengecup lembut leher si nyonya.. ia tampak menutup matanya kali ini.
 
Baru saja beberapa kali kukecup lehernya, tangan nyonya tiba-tiba memegang kepalaku dan diarahkan ke bibirnya lagi sebagai isyarat nyonya ingin berciuman lagi..
 
Aku melumat bibir nyonya dengan sangat liarnya dan lidah kami juga saling meronta satu sama lain. Tanganku juga berpegangan dengan tangannya nyonya membuat sensasi ini menjadi sangat intim sekali..
“Uh… emh… uh.. ” Terdengar suara desahan nyonya pertanda nyonya sangat menikmatinya..
 
Pikiranku mulai meragukan apakah ini benar-benar terjadi?
“Aku milikmu Jo malam ini..” Kata nyonya Salsa..
 
Pelan-pelan baju dan celanaku dibuka oleh nyonya Salsa, aku pun tak ingin kalah dengan membuka baju dan bra nyonya..
“Wow..” pikirku..
“Payudara nyonya ternyata jauh lebih indah dari pemikiranku selama ini”  kataku dalam hati..
Payudara nyonya benar-benar sangat pas sekali dan memandangnya saja membuatku hampir pingsan karena indahnya tersebut.
 
Setelah itu, aku kembali melumat bibir nyonya dengan ganasnya.. seperti biasa, lidah kami pun berlawanan satu sama lain.
Aku menarik lidah nyonya dan ia pun menarik lidahku.. rasanya bagaikan sebuah mimpi..
 
Tangan nyonya tiba-tiba spontan memegang penisku saat ciuman, aku pun merasakan sensasi geli yang nikmat itu..
 
nyonya tiba-tiba mencabut ciuman kita dan menurunkan kepalanya ke bagian putingku.. ternyata nyonya menjilati putingku sambil mengocok pelan penisku..
 
“Enak banget nyonya..” kataku…
 
Tetapi nyonya tidak membalas ucapanku tersebut..
 

Nyonya sepertinya sangat menyukai putingku, ia menjilatinya sambil melihat wajahku.. penisku benar-benar sudah sangat keras kali ini..

Tanganku meraba kedua payudara nyonya sambil menikmati jilatan dari nyonya..

Tak lama setelahnya, nyonya inisiatif membuka CDnya dan langsung duduk di atas pangkuanku..

Kedua tangannya mengunci leherku.. kini aku bisa melihat nyonya dalam keadaan bugil total..

Jujur saja pikiranku masih belum bisa mencerna semua ini.. mengapa tiba-tiba jadi begini?

Sambil diposisi dudukan, aku langsung memegang penisku dan berusaha mencari vaginanya nyonya..

“Pelan-pelan ya..” kata nyonya sambil berbisik..
“I…iya bu..” kataku kepada nyonya Salsa..

Aku memasukannya dan terus menggoyanginya.. kedua tangan nyonya kurekatkan dengan tanganku..

Mata kami saling berhadap-hadapan.. Posisi kami kurang lebih seperti gambar ini:

Image result for woman on top

Setiap beberapa saat, kami selalu berciuman terus-menerus.. kurang lebih 4 menit setelah kugoyangkan tanpa henti, aku pun keluar bersamaan dengan nyonya.. kami pun menghela nafas di sofa tanpa sehelai benang pun..

“Ah… terima kasih ya Jo..” kata nyonya Salsa..
“Jo yang harusnya berterima kasih sama nyonya, ini sudah mimpi Jo sejak lama nyonya..”  kataku sambil sedikit menggombal..
“Nakal ya kamu, hihihi..” kata nyonya sambil tertawa kecil..

Malam itu, aku nginap di hotelnya nyonya.. jujur saja, dalam hatiku sebenarnya aku merasa sangat bersalah kepada pak Tono dan pacarku..
Peristiwa ini menjadi awal dari hubungan terlarang kami..

Sekali-kali, setiap ada kesempatan, nyonya selalu mengajakku ke tempatnya atau bahkan kami juga bercinta di mobilnya nyonya..!!

Entahlah.. entah ini akan menjadi suatu masalah buatku kedepannya, atau ini malah akan menjadi awal dari hubungan indahku dan nyonya… hanya waktu yang dapat menjawabnya.

Tamat.